Halaman

Jumat, 22 Mei 2015

Aku cinta bencana

satu hal yang cukup kunikmati dalam hidup adalah kelebihan, yaaah aku sangat suka hal - hal yang berlebihan. Aku menyukai prilaku yang berlebihan, bahasa yang berlebihan, kekerasan yang berlebihan. Semuanya sangat menyenangkan.

Dan aku sangat menikmati saat alam yang mulai berlebihan. Dan semua bencana alam yang sudah terjadi, I FUCKING LOVE EM ! sederhana nya aku tidak bisa bilang cukup pada alam, "silahkan mengamuk sepuas engkau". Ah, tentu saja saat alam mengamuk, menakuti dan membuat manusia menjerit, melemparkan semua yang ada dan menghancurkan properti ... aku sangat menyukainya, aku bahkan menikmatinya, saat itu terjadi aku orang yang paling berbahagia.


Aku melihatnya seperti ini, manusia sudah berabad - abad membully alam. Hutan ditebang habis, over fishing the ocean, mencemari sungai dan danau, polusi, membangun dilahan basah. Dan saat alam mengamuk dan menghajar manusia di kepala dan menendang selangkangan manusia, oh God pleaaase make nature furious !

Aku tidak memiliki sedikitpun simpati pada manusia, tidak sedikitpun. Dan tidak peduli bencana itu ulah manusia atau memang alami, aku selalu berharap itu akan menjadi lebih buruk. Tidak kah ada sebagian dari hati kecilmu yang merasakan hal sama ? Saat kau lihat kebakaran di TV tidak kah kau ingin jika api nya menyebar dan membakar 6 kabupaten. Aku memang tidak pernah ingin ada yang terluka apalagi mati dalam satu bencana, tapi itu api ku ... jangan padamkan api ku, itu api ku yang sedang pamer dan bersenang - senang.


satu lagi yang aku suka dari alam, BANJIR ! Berkali - kali aku memperhatikan jika tiap tahun di tempat yang sama selalu terjadi banjir. Tempat yang sama, cerita yang sama, sunga yang sama, orang-orang yang sama, ORANG - ORANG YANG SAMA, SAME FUCKING PEOPLE, SAME FUCKING ROBOT. mereka tidak pergi, mereka tetap tinggal, mereka tidak akan pindah ... mereka mengecat ulang, membeli karpet baru dan memodifikasi rumah supaya banjir tahun depan bisa di antisipasi... dan demi Tuhan, MEREKA MALAH MEMBUAT PERAHU, KEMBALI BER AKTIVITAS SEOLAH TIDAK TERJADI APA - APA. 

Tidak ada pembelajaran sama sekali, sangat sulit untuk merasa kasihan pada orang - orang ini. empat tahun, empat kali bencana mereka disana mendayung perahu menyelamatkan ayam. Kehidupan macam apa itu !


Lahan basah, lahan serapan air dijadikan pemukiman. dan itu yang kau dapat, jual tanah dan bangunan pada pemerintah dan jadikan tempat itu lahan serapan. "tapi anak - anak udah betah disini !" oh yeah, apa mereka punya insang ?

1 komentar: